Sudah pernah mendengar tentang tungau Demodex? Hewan kecil yang bisa hidup di kulit manusia. Mungkin kelihatan ngeri kalau mendengar ada tungau yang hidup di kulit tapi fakta tungau Demodex ini memang menarik untuk diketahui.
Karena hampir setiap orang dewasa memiliki tungau yang ukurannya hanya sekitar 0,1 sampai 0,4 mm ini. Sehingga memang hewan mini ini tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, hanya lewat bantuan alat mikroskop saja untuk tahu keberadaannya.
Sebenarnya hewan ini tidak berbahaya, karena merupakan hal normal bagi ekosistem kulit manusia. Namun, dalam kondisi tertentu, tungau ini dapat memicu gangguan pada kesehatan kulit manusia. Karena itu, Anda perlu tahu lebih dalam soal fakta hewan kecil ini.
Fakta Tungau Demodex yang Suka Bersarang di Kulit Manusia
-
Ukuran Demodex yang super mini
Demodex adalah tungau yang berukuran sangat kecil sekitar 0,1 – 0,4 mm dari keluarga Demodicidae. Jika dilihat dengan bantuan mikroskop maka bentuk tubuhnya memanjang mirip cerutu dengan 8 kaki pendek berjajar di bagian depan tubuhnya.
Tungau ini terbiasa hidup di area tubuh manusia seperti:
- Area hidung dan dahi
- Folikel rambut
- Pori-pori wajah
- Kelenjar minyak (sebaceous gland)
- Pipi dan dahi
- Alis dan bulu mata
Mereka hidup dengan memakan sel-sel kulit mati, sebum (minyak alami), dan sisa-sisa jaringan kulit.
-
Bayi baru lahir hampir tidak memiliki Demodex
Menurut penelitian yang diterbitkan jurnal PLOS, Demodex banyak ditemukan di kulit manusia dewasa. Namun fakta Demodex yang menarik lainnya adalah hampir tidak ditemukan makhluk kecil ini pada bayi yang baru lahir . Kenapa?
Karena tungau ini “menular” dari kontak atau interaksi dekat dengan orang lain. Jadi, jumlahnya akan bertambah seiring bertambahnya usia. Makanya bayi yang belum lahir dan masih jarang berdekatan atau berinteraksi dengan orang lain memiliki sangat sedikit bahkan hampir tidak ada Demodex.
-
Terbagi ke dalam dua jenis
Sebetulnya terdapat puluhan spesies Demodex di seluruh dunia, bahkan binatang pun bisa memiliki jenis yang berbeda. Sementara di kulit manusia, ada 2 macam spesies yang biasanya hidup yaitu:
- Demodex folliculorum, hidup di folikel rambut dan panjangnya sekitar 0,3 – 0,4 mm
- Demodex brevis, hidup di dalam kelenjar minyak dan panjangnya sekitar 0,2 – 0,3 mm
Karena ukuran Demodex brevis lebih kecil dan sarangnya lebih dalam maka lebih sulit dideteksi dibandingkan jenis Follliculorum.
-
Tidak selalu berbahaya selama jumlahnya normal
Dalam kondisi yang normal, sebetulnya tungau ini tidak berbahaya atau mengganggu. Bahkan sistem imun serta keseimbangan mikrobioma kulit dapat membantu menjaga populasi atau jumlah hewan ini tetap stabil.
Tapi saat jumlahnya berlebihan maka tungau ini tetap bisa menyebabkan penyakit kulit yang disebut Demodikosis (sakit kudis). Biasanya hal ini disebabkan oleh banyak faktor seperti:
- Produksi minyak wajah yang berlebihan
- Sistem kekebalan tubuh yang menurun
- Kebersihkan wajah yang kurang terjaga
- Pemakaian kosmetik yang jarang dibersihkan
- Usia lanjut
- Konsumsi obat imunosupresan tertentu
Kalau Demodex jumlahnya amat banyak maka dapat membuat kulit mengalami iritasi, gatal-gatal, bahkan kemerahan.
-
Paling aktif di malam hari saat Anda tidur
Salah satu fakta tungau Demodex yang unik yaitu tungau ini punya aktivitas yang berbeda dari manusia. Karena pada siang hari, mereka cenderung berdiam diri di dalam kelenjar minyak, pori-pori, atau folikel rambut. Namun saat malam sudah tiba, mereka akan keluar ke permukaan kulit, berpindah, dan bisa berkembang biak sebelum sembunyi lagi.
Siklus hidupnya sendiri relative singkat, hanya sekitar 2 mingguan dan itu mereka gunakan untuk bertelur, menjadi larva lalu nimfa, dan kemudian tumbuh dewasa.
-
Hati-hati! Bisa mengganggu area mata
Sebetulnya hewan kecil ini tidak hanya hidup di kulit wajah, tapi juga bisa menghuni sampai folikel bulu mata. Kalau jumlahnya berlebihan maka bisa menyebabkan peradangan pada kelopak mata (Blefaritis).
Gejala paling umum yang bisa terjadi misalnya mata merah dan terasa gatal, bulu mata mengalami kerontokan, hingga kelopak mata yang membengkak.
-
Bisa diatasi dengan perawatan dan pengobatan
Dari fakta tungau Demodex sebelumnya kita tahu bahwa pada kebanyakan kasus, sebetulnya tungau ini tidak berbahaya.
Tapi kalau hewan kecil ini jumlahnya sudah berlebihan sampai mengganggu kesehatan kulit maka perawatan/pengobatan sebaiknya dilakukan.
Disarankan untuk melakukan perawatan secara alami seperti:
- Rajin membersihkan wajah 2x sehari menggunakan sabun wajah
- Membersihkan make up sebelum pergi tidur
- Rajin membersihkan peralatan make up
- Rutin mengganti sarung bantal dan handuk
- Mengurangi produk wajah yang bikin kulit makin berminyak
Dan pada kasus-kasus yang lebih parah, sangat dianjurkan untuk pergi ke dokter dan mendapatkan pengobatan dalam bentuk krim/gel/losion atau obat oral yang mengandung anti bakteri atau anti jamur. Pengobatan sebaiknya dari anjuran dokter karena biasanya pemakaian menggunakan obat yang cukup keras.
-
Laki-laki lebih banyak memiliki Demodex dibanding wanita

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Life pada tahun 2024, keberadaan tungau Demodex lebih tinggi dibandingkan wanita. Hal ini ditemukan pada kelompok pasien yang mengalami dugaan sakit kulit Demodikosis.
Selain itu, penelitian tersebut juga menjelaskan ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan keberadaan tungau ini semakin banyak. Misalnya karena faktor hormonal serta produksi sebum.
Itulah beberapa fakta tungau Demodex yang menarik, hal di atas menunjukkan kalau makhluk tak kasatmata ini bukan hanya sekedar tungau di wajah saja. Tapi sudah menjadi bagian alami dari ekosistem kulit. Dan bahkan sampai sekarang masih terus dipelahari oleh para ilmuwan di dunia.